JOMBANG | Bangkit Nusantara News.id – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh komunitas masyarakat. Kali ini, Warsubi selaku Bupati Jombang memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosial yang digelar Paguyuban Sound System Jombang melalui agenda pembagian takjil dan santunan anak yatim.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Gedung Kesenian Jombang pada Minggu (8/3/2026). Aksi sosial ini diinisiasi oleh Ketua Umum PSS Jombang, Khoiman, sebagai bentuk kepedulian para pelaku usaha ekonomi kreatif di bidang jasa sound system kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mendukung berbagai inisiatif positif dari komunitas masyarakat. Menurutnya, kegiatan berbagi seperti ini tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi antara anggota paguyuban dan masyarakat.

“Saya sangat menyambut baik terselenggaranya acara santunan anak yatim dan berbagi takjil ini. Semoga kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi serta menumbuhkan kepedulian sosial kita, karena menyayangi anak yatim memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam,” ujar Warsubi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota PSS Jombang yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di bulan yang penuh berkah.
Selain memberikan santunan, Bupati Warsubi juga menyampaikan pengarahan kepada para pengusaha sound system yang tergabung dalam PSS Jombang. Ia menyoroti fenomena “Sound Horeg” yang belakangan semakin marak di berbagai daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bermaksud membatasi kreativitas masyarakat dalam menghadirkan hiburan rakyat. Namun, perlu adanya penataan agar kegiatan tersebut tetap berjalan tertib dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Pemerintah daerah tidak bermaksud membatasi hiburan rakyat, melainkan menata dan mengarahkannya agar tetap berlangsung tertib serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Penggunaan sound system seperti ‘Sound Horeg’ harus mematuhi batasan volume dan waktu yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar setiap kegiatan hiburan yang melibatkan PSS Jombang tetap menjaga nilai-nilai ketertiban dan keamanan. Ia menekankan pentingnya menghindari unsur-unsur negatif dalam setiap pagelaran.
Beberapa poin yang menjadi perhatian antara lain larangan membawa senjata tajam, konsumsi minuman keras, serta menghindari konten yang mengandung unsur SARA maupun pornoaksi.
“Mari kita jalankan Ramadan ini dengan penuh kesungguhan. Saya berharap PSS Jombang dapat bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jombang,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan doa bersama serta penyerahan santunan secara simbolis kepada puluhan anak yatim. Setelah itu, para anggota PSS Jombang juga membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di sekitar area Gedung Kesenian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Jombang Purwanto, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemkab Jombang, Ketua Umum PSS Jombang Khoiman, para anggota paguyuban, anak-anak yatim penerima santunan, serta masyarakat sekitar. (Nor)














