banner 728x90

Silaturahmi Jik-Nah ke Gus Kikin, Tegaskan Warisan Persatuan NU di Jombang

admin
Gus Kikin Pengasuh Ponpes Tebuireng seksama melihat Buku Tongkat dan Tasbih

JOMBANG | BANGKITNUSANTRANEWS.ID – Pengurus Jombang Ibu Kota Nahdliyin (Jik-Nah) menghadiri acara open house di kediaman Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, Rabu (25/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng tersebut menjadi ajang silaturahmi dalam suasana hangat Idul Fitri.

Kehadiran Jik-Nah dalam kesempatan itu murni untuk bersilaturahmi dalam rangka syawalan, tanpa agenda khusus lainnya.
“Beliau seperti orang tua kami. Kami hadir di open house beliau untuk bersilaturahmi dalam momen Idul Fitri,” ujar Roni, salah satu pengurus Jik-Nah.

Dalam momen tersebut, Jik-Nah juga menyerahkan buku berjudul “Tongkat dan Tasbih”, karya Abah Ihsan, Komisaris media online Kabar Nahdliyin.

Roni menuturkan, dalam pertemuan itu Gus Kikin berpesan agar kader Nahdlatul Ulama terus mempelajari dan mengamalkan warisan pemikiran KH Hasyim Asy’ari.
“Warisan Hadratussyaikh sangat luar biasa, salah satunya mengajarkan pentingnya persatuan umat Islam. Ini yang harus terus dihidupkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semangat persatuan yang diajarkan Mbah Hasyim telah ditanamkan jauh sebelum Indonesia merdeka, di mana puluhan ribu santri tersebar di berbagai daerah dan aktif menyuarakan persatuan bangsa.
“Sebagai warga Nahdliyin, kita wajib mempelajari dan menjaga warisan para muassis NU, karena itu juga bagian dari warisan kenabian,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Jik-Nah Kabupaten Jombang, Ustadz H. Muhtazuddin, SH, mengaku bersyukur dapat bersilaturahmi langsung dengan Gus Kikin.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan sangat baik dan penuh kekeluargaan. Momen Idul Fitri ini menjadi kesempatan berharga karena kami jarang bertemu beliau,” ujarnya.

Sesi foto bersam JIK-NAH bersama ketua PWNU Jatim Gus Kikin

Muhtazuddin hadir bersama Sekretaris Jik-Nah Ratno Hadi Siswanto, Ronny Wijaya serta Widodo, anggota Jik-Nah yang juga tergabung dalam Forum Lintas Media (FLM).

Meski berlangsung singkat, pertemuan tersebut dinilai sarat makna. Kedua pihak bertukar pandangan terkait eksistensi Jik-Nah di tengah masyarakat Jombang yang beragam secara budaya dan latar belakang.

Dalam diskusi itu juga mengemuka pentingnya merumuskan Jombang sebagai “Ibu Kota Nahdliyin”, mengingat daerah ini kaya sejarah serta menjadi tempat lahir tokoh besar NU dan pahlawan nasional seperti Abdurrahman Wahid, KH Hasyim Asy’ari, dan KH Wahab Hasbullah.

“Sejarah besar ini jangan sampai hilang ditelan perkembangan zaman. Generasi muda harus mengenal para muassis NU,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Gus Kikin memberikan cinderamata berupa buku profil KH Hasyim Asy’ari kepada pengurus Jik-Nah sebagai simbol pentingnya menjaga dan melestarikan warisan keilmuan ulama. (Nor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *