banner 728x90

Dugaan Malpraktik RSU Talia Irham Gowa, Ibu Kehilangan Bayi Usai Dipaksa Melahirkan Normal

admin
Orang Tua Korban dugaan malpraktek

GOWA | Bangkit Nusantara News.id  – Dunia kesehatan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan. Dugaan kasus malpraktik yang terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Talia Irham Panciro mencuat ke publik setelah seorang ibu rumah tangga kehilangan bayi yang telah lama dinantikan.

Korban berinisial DW, warga Desa Kalemandalle, Kecamatan Bajeng Barat, mengalami kejadian tragis usai menjalani proses persalinan di rumah sakit tersebut. Peristiwa ini terjadi pada awal Januari 2026, saat DW dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan medis segera.

Menurut keterangan keluarga, awalnya DW dilarikan ke Pustu terdekat. Namun karena keterbatasan fasilitas, ia dirujuk ke puskesmas, sebelum akhirnya mendapatkan rujukan lanjutan ke RSU Talia Irham untuk menjalani operasi caesar (SC), mengingat kondisi pasien yang dinilai semakin memburuk.

Namun, setibanya di rumah sakit, tindakan medis yang diberikan diduga tidak sesuai dengan rujukan awal. Alih-alih dilakukan operasi caesar, DW justru dipaksa menjalani persalinan normal oleh tenaga kesehatan setempat.

“Harusnya istri saya dioperasi sesuai rujukan, tapi malah dipaksa melahirkan normal. Kami menduga istri saya dijadikan seperti percobaan, sampai akhirnya bayi kami meninggal dunia,” ungkap DN, suami korban, kepada awak media.

Akibat tindakan tersebut, bayi perempuan yang dikandung DW tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia. Kejadian ini memicu kemarahan serta duka mendalam dari pihak keluarga.

Tak hanya itu, pihak keluarga juga menyoroti respons rumah sakit yang dinilai tidak menunjukkan empati. Melalui perwakilan humas dan staf manajemen, pihak RSU Talia Irham disebut hanya menawarkan santunan sebesar Rp5 juta kepada keluarga korban.

Keluarga menilai langkah tersebut tidak sebanding dengan kehilangan yang mereka alami. “Seolah nyawa anak kami hanya dihargai dengan uang santunan,” tambah DN.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan mendapat penanganan serius dari pihak berwenang, termasuk dinas kesehatan setempat, guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur medis dalam penanganan pasien.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSU Talia Irham belum memberikan keterangan resmi secara lengkap terkait dugaan malpraktik tersebut. (RS/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *