JAKARTA, BangkitNusantaraNews.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memperkuat langkah menuju kemandirian ekonomi melalui penjajakan berbagai investasi strategis berskala internasional. Upaya tersebut diwujudkan dengan pertemuan antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari konsultasi PBNU terkait aspek regulasi, tata kelola, hingga jalur investasi yang akan ditempuh agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum dan prinsip tata kelola yang baik.
Usai pertemuan, Gus Yahya menjelaskan bahwa PBNU saat ini tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah entitas internasional untuk mengembangkan investasi yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi umat.
“Kami konsultasikan dengan Menteri Keuangan terkait regulasi, terkait channel-channel yang akan kami akses, dan apa saja norma-norma yang harus diikuti dalam soal investasi ini,” ujar Gus Yahya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi fondasi utama agar setiap investasi yang dikembangkan PBNU memiliki kepastian hukum, transparansi, dan akuntabilitas.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mempelajari berbagai gagasan investasi yang diajukan PBNU. Dukungan akan diberikan sepanjang seluruh rencana memenuhi ketentuan yang berlaku serta menerapkan manajemen risiko secara baik.
“Terkait ide-ide investasi akan kita pelajari. Kalau memang bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada dan prinsipalnya terkendali, kita akan support apa yang diinisiasi oleh NU,” kata Purbaya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan sektor ekonomi yang digagas organisasi kemasyarakatan, selama dijalankan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan regulasi nasional.
Langkah PBNU ini dinilai sebagai bagian dari transformasi organisasi yang tidak hanya berfokus pada dakwah dan pendidikan, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi umat melalui investasi yang produktif dan berkelanjutan. Dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian serta kepatuhan terhadap hukum, PBNU berupaya menghadirkan model pembangunan ekonomi yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Inisiatif tersebut juga menunjukkan pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan bangsa.
