banner 728x90

Botok Ungkap Telepon Presiden Prabowo: “Tolong Jaga Jakarta”

Botok mengungkap Presiden Prabowo sempat menelepon melalui ponsel Dasco dan meminta agar Jakarta dijaga. Ia menegaskan massa dari Pati datang untuk mengawal aspirasi, bukan membuat kerusuhan.

Pimred

JAKARTA | BangkitNusantaraNews.id – Suara Perubahan, Inspiratif, Cerdas, KERAS, Lugas – Pengakuan mengejutkan disampaikan Botok terkait komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di tengah dinamika aksi massa dari Pati di Jakarta.

Dalam wawancara dengan awak media, Botok mengungkap bahwa dirinya sempat menerima telepon Presiden Prabowo melalui telepon seluler milik Dasco. Menurut pengakuannya, komunikasi tersebut berlangsung secara singkat, sekitar satu menit.

“Pak Dasco tiba-tiba mengajak saya dan menunjukkan telepon. Di situ ada Bapak Prabowo,” ujar Botok dalam wawancara tersebut.

Botok mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa dirinya akan berbicara langsung dengan Presiden. Setelah mengetahui bahwa penelepon adalah Prabowo, ia menyampaikan salam dan kemudian mendapat pesan agar situasi Jakarta tetap dijaga.

Menurut Botok, dirinya kemudian menjelaskan kepada Presiden bahwa masyarakat Pati yang datang ke Jakarta tidak memiliki niat membuat kerusuhan.

“Kami, alunnya hasil masyarakat Pati jauh-jauh datang ke Jakarta tidak ada niatan untuk membuat kerusuhan. Kami dan teman-teman datang ke Jakarta ini untuk mengawal aspirasi masyarakat Pati,” ungkapnya.

Tegaskan Bukan untuk Menggembosi Aksi

Botok juga membantah anggapan bahwa komunikasi dan pertemuan tersebut bertujuan untuk menggembosi gerakan massa.

Sebaliknya, ia menyebut pihaknya justru mendorong agar aspirasi masyarakat Pati ditindaklanjuti melalui jalur yang tersedia.

Ia juga menjelaskan bahwa pertemuan sebelumnya dengan sejumlah pihak bukan dalam bentuk audiensi formal. Pertemuan tersebut disebut sebagai upaya mendengarkan secara langsung aspirasi masyarakat.

Terkait pembahasan mengenai RUU Perampasan Aset, Botok mengatakan dirinya mendapat informasi bahwa agenda pembahasan telah disiapkan, termasuk rencana rapat dengan pendapat dan menghadirkan para ahli hukum.

Waspadai Penyusup

Dalam keterangannya, Botok juga mengungkap adanya komunikasi dengan pihak kepolisian sebelum aksi berlangsung.

Ia menyebut pihak kepolisian mengingatkan agar massa berhati-hati karena diduga terdapat pihak-pihak yang berpotensi menyusup dan memicu kericuhan.

Peringatan tersebut, menurut Botok, menjadi perhatian karena pihaknya tidak ingin aksi yang membawa aspirasi masyarakat Pati justru berubah menjadi kerusuhan.

Botok bahkan menyebut sebelum pukul 08.30 WIB dirinya telah berada di DPR RI bersama sejumlah rekan. Saat itu, menurut keterangannya, sudah terjadi keributan antarkelompok yang disertai aksi saling lempar.

Ia mengaku berusaha menenangkan massa dan meminta peserta aksi tidak terprovokasi.

Konsolidasi Kawal RUU Perampasan Aset

Ke depan, Botok menyatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan sejumlah tokoh dan ahli hukum sebelum agenda aksi berikutnya.

Langkah tersebut diarahkan untuk memahami sekaligus mengawal substansi RUU Perampasan Aset agar pembahasannya tetap menjadi perhatian publik.

“Kita juga akan berkoordinasi dulu dengan para ahli hukum untuk meminta dukungan ikut mengawal isi dari draft RUU Perampasan Aset,” ujarnya.

Pernyataan Botok tersebut sekaligus menegaskan bahwa perjuangan aspirasi publik, menurutnya, tidak boleh berhenti pada pengerahan massa. Pengawalan substansi kebijakan dan keterlibatan ahli hukum juga dinilai penting agar aspirasi dapat disampaikan secara terarah.

Di tengah dinamika aksi massa, pesan utamanya adalah menjaga ketertiban tanpa menghilangkan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Aspirasi boleh keras, tetapi kerusuhan bukan jalan keluar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *