JOMBANG, BangkitNusantaraNews.id – Sebanyak 265 guru dari jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Jombang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Intensif Deteksi Dini Performa Inteligensi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang pada 2–14 Februari 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula 2 Disdikbud Jombang ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi guru agar mampu memahami potensi dan karakter belajar setiap peserta didik secara lebih akurat.
Saat membuka kegiatan pada Senin (2/2), Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Maria Ulfa, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan sangat bergantung pada kualitas pendidiknya.
“Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kompetensi guru. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pendamping yang harus memahami potensi, kemampuan, dan kebutuhan belajar setiap anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, deteksi dini performa inteligensi merupakan fondasi penting untuk memastikan setiap peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan tahap perkembangan dan karakteristiknya.
“Dengan deteksi yang tepat, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan berkeadilan, sehingga tidak ada anak yang tertinggal maupun terabaikan potensinya,” tegasnya.
Selama hampir dua pekan, peserta dibekali pemahaman tentang konsep dasar inteligensi, teknik observasi, penggunaan instrumen deteksi, hingga penerapan hasil analisis dalam perencanaan pembelajaran di kelas.
Melalui Bimtek ini, Disdikbud Jombang menegaskan komitmen menghadirkan perubahan inspiratif dalam dunia pendidikan. Penguatan kapasitas guru menjadi kunci untuk mewujudkan pembelajaran yang lebih responsif, adaptif, dan berpusat pada potensi unik setiap peserta didik di Kabupaten Jombang. (Nor)
