Temuan LSM di Nganjuk: Dapur MBG Ngronggot Diduga Sajikan Ayam Setengah Matang

Gambar Hanya Ilustrasi

NGANJUK | Bangkit Nusantara News.id – Hasil observasi Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Penegak Keadilan Republik Indonesia (LSM KPK-RI) DPC Nganjuk menemukan sejumlah persoalan krusial pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Dusun Dingin, Desa Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan pemantauan lapangan pada 16 April 2026, pihak LSM mengungkap tiga persoalan utama dalam operasional dapur MBG tersebut. Salah satu temuan paling menonjol adalah menu daging ayam yang didistribusikan ke sejumlah SD Negeri di wilayah Ngronggot diduga belum matang sempurna.

“Daging ayam yang disalurkan masih setengah matang, teksturnya alot, dan pola penyajian kurang hati-hati. Akibatnya, pihak sekolah mengembalikan seluruh lauk ayam ke dapur MBG di Dusun Dingin,” ujar perwakilan LSM KPK-RI.

Selain itu, LSM juga menyoroti aspek administratif. Dapur MBG yang telah beroperasi sekitar satu bulan disebut belum melakukan koordinasi atau pemberitahuan resmi kepada Pemerintah Desa Ngronggot.

Menindaklanjuti temuan tersebut, LSM KPK-RI DPC Nganjuk merekomendasikan kepada Satgas MBG Kabupaten Nganjuk untuk melakukan audit menyeluruh. Mereka juga meminta dilakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan standar operasional dapur terpenuhi.

“Pengelola perlu diberikan pelatihan teknis terkait pengolahan dan penyajian makanan. Selain itu, perlu dihitung kerugian secara transparan dan lengkap atas menu yang tidak layak konsumsi,” tegasnya.

LSM juga mendesak adanya sanksi tegas terhadap pengelola dapur MBG jika terbukti melanggar, termasuk kewajiban mengganti kerugian akibat makanan yang dikembalikan pihak sekolah. Tak hanya itu, aspek lingkungan juga menjadi sorotan, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai perlu ditinjau kesesuaiannya dengan standar.

Sementara itu, Kepala SPPG dapur MBG di Dingin Ngronggot saat dikonfirmasi pada 17 April 2026 menyatakan telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah dan berupaya melakukan koordinasi.

“Kami sudah meminta maaf dan melakukan koordinasi. Namun untuk data kerugian, kami belum bisa membuka secara terbuka,” ujarnya. (Gatot)

Exit mobile version