banner 728x90

Peran Perempuan Jombang Menguat, Astika Cendhana Wangi Gaungkan Semangat Kartini di Era Digital

admin
Astika Cendhana Wangi, S.STP., M.Si. Kabid Humas Kominfo Jombang

JOMBANG | Bangkit Nusantara News.id  – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus relevan di era modern. Hal ini ditegaskan oleh Astika Cendhana Wangi, S.STP., M.Si., salah satu figur perempuan inspiratif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pejabat yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jombang ini menilai, momentum Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan pentingnya kesetaraan, pendidikan, dan keberanian perempuan dalam menghadapi perubahan zaman.

Alumni STPDN Angkatan XIV lulusan tahun 2006 tersebut dikenal aktif mendorong peningkatan profesionalisme di bidang komunikasi publik, teknologi informasi, serta pelayanan informasi kepada masyarakat.

“Perjuangan Kartini bukan hanya tentang emansipasi, tetapi keberanian berpikir maju, melawan keterbatasan, dan memperjuangkan akses pendidikan,” ungkap Astika saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Sebagai perempuan sekaligus pejabat publik, Astika menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Perspektif inklusif, empati sosial yang tinggi, serta kemampuan komunikasi menjadi kekuatan utama dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

Di tengah dinamika birokrasi, ia mengakui masih adanya tantangan, khususnya dalam menghadapi stereotip terhadap perempuan. Namun, menurutnya, hal tersebut dapat diatasi melalui kerja keras, konsistensi, serta dukungan dari lingkungan dan keluarga.

Lebih lanjut, Astika menyebutkan bahwa ruang partisipasi perempuan dalam birokrasi saat ini semakin terbuka. Meski demikian, masih diperlukan dorongan agar kesetaraan benar-benar terwujud, baik dari sisi jumlah maupun posisi strategis.

“Perempuan memiliki gaya kepemimpinan yang humanis, kolaboratif, dan detail-oriented. Ini sangat dibutuhkan dalam tata kelola pemerintahan modern,” jelasnya.

Terkait kondisi kesetaraan gender di Jombang, ia menilai telah mengalami perkembangan positif. Pemerintah daerah terus menjalankan berbagai program, mulai dari pelatihan keterampilan, penguatan UMKM perempuan, hingga peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, upaya perlindungan terhadap perempuan dari kekerasan dan diskriminasi juga terus diperkuat melalui regulasi, layanan pengaduan, serta pendampingan korban.

Astika juga menekankan pentingnya inovasi, seperti pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga dan pelatihan digital bagi perempuan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program.

“Sinergi yang kuat akan membuat program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Astika berpesan kepada generasi muda perempuan untuk terus percaya diri dan berani mengejar cita-cita.

“Jangan takut menghadapi tantangan. Perempuan muda adalah agen perubahan yang akan menentukan arah pembangunan ke depan,” pesannya.

Ia berharap perempuan di Kabupaten Jombang semakin mandiri, berkualitas, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan. Astika juga ingin dikenang sebagai sosok yang mampu memberi manfaat, menginspirasi, serta membuka jalan bagi generasi perempuan berikutnya. (Nor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *