banner 728x90

Bupati Takalar Hadiri Pesta Adat A’Lammang, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Lokal

admin
Bupati Takalar M Firdaus Daeng Manye menghadiri pesta rakyat adat A’Lammang

TAKALAR | Nasional Bangkit Nusantara News.id – Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal dengan menghadiri pesta rakyat adat A’Lammang di Desa Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Jumat (1/5/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Takalar itu disambut antusias oleh masyarakat. Sejak pagi hari, warga telah memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti tradisi tahunan yang sarat nilai budaya dan spiritual tersebut.

Pesta rakyat adat A’Lammang merupakan warisan turun-temurun masyarakat setempat yang rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi yang melimpah. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol kearifan lokal, tetapi juga memperkuat ikatan sosial masyarakat.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar Dody Ryan Saputra, Camat Galesong Utara Mohammad Faisal Irfan, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Takalar, Syarief H.

Dalam kesempatan itu, Daeng Manye tampil sederhana mengenakan kemeja putih dan kopiah hitam, didampingi sang istri, Sri Ekowati Firdaus yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi adat sebagai bagian dari identitas daerah.

Adat A’Lammang Desa Lantang

“Pesta rakyat adat A’Lammang ini adalah wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang telah diberikan oleh Allah SWT,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan, tradisi tersebut bukan sekadar ritual budaya, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Tradisi ini harus terus kita jaga dan lestarikan karena merupakan warisan budaya yang memiliki nilai kebersamaan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Bupati juga menyoroti potensi kuliner khas daerah, yakni Lammang, yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai identitas baru daerah.

“Lammang ini kita harapkan bisa menjadi ikon kuliner baru Kabupaten Takalar, seperti halnya jagung dan telur ikan terbang yang sudah lebih dulu dikenal,” jelasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk mendorong promosi Lammang agar dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional.

“Kita akan memperkenalkan Lammang melalui berbagai kanal promosi agar dikenal lebih luas,” tegas Daeng Manye.

Pesta adat A’Lammang tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner dan pariwisata lokal.

Dengan sinergi antara budaya dan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Takalar berupaya menjadikan tradisi lokal sebagai kekuatan baru dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. (RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *