banner 728x90

Yayasan KMI Dorong Kemandirian Ekonomi Masjid, DKM di Bandung Antusias Adopsi Program

Pimred
Para penggiat kemasjidan Bandung Raya

BANDUNG | Bangkit Nusantara News.id – Upaya mewujudkan kemandirian ekonomi masjid terus digelorakan Yayasan Khadamul Masjid Indonesia melalui kegiatan bertajuk “Sharing dan Inspirasi Pemberdayaan Ekonomi Masjid” yang digelar di Masjid Baiturrahman Taman Kopo Indah, Sabtu (10/5/2026) pagi.

Forum ini membahas strategi penguatan ekonomi masjid agar tidak terus bergantung pada donasi jamaah, zakat, infak, dan sedekah semata.

Kegiatan yang berlangsung sejak ba’da Subuh hingga pagi hari tersebut dihadiri jamaah, takmir, serta perwakilan DKM dari sejumlah masjid di Bandung. Suasana diskusi berlangsung hangat dan santai sambil menikmati sarapan pagi serta kopi bersama.

Pemateri dari Yayasan Khadamul Masjid Indonesia, Kang Irwan, menegaskan pentingnya masjid memiliki unit usaha mandiri demi memperkuat keberlangsungan program keumatan.

“Ketergantungan masjid pada kencleng dan donasi tradisional harus dikurangi. Ke depannya, sumber-sumber pendanaan baru inilah yang akan memperkuat masjid dan mewujudkan peradaban Islami berbasis masjid,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, KMI memperkenalkan dua model usaha alternatif yang dinilai potensial untuk dikembangkan masjid bersama jamaah.

Pertama, penjualan produk melalui sistem affiliate halal yang dapat dikelola secara kolektif oleh pengurus masjid dan jamaah. Kedua, budidaya sereh wangi sebagai amal usaha produktif masjid.

Kedua model ini diharapkan mampu membuka sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan rahmatan lil ‘alamin bagi lingkungan sekitar.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Ketua DKM Masjid Baiturrahman Taman Kopo Indah, Ustadz Syahrul Djamal, menyatakan kesiapan pihaknya mengadopsi program pemberdayaan ekonomi umat yang digagas KMI.

“Masjid kami siap mengadopsi program ini,” tegasnya.

Komitmen itu bahkan langsung diwujudkan dengan mengagendakan kunjungan lapangan untuk melihat implementasi program secara langsung.

Dukungan serupa disampaikan Kang Fatah dari DKM Masjid Al Barkah Gegerkalong. Ia menyatakan ketertarikannya untuk membersamai program KMI demi menciptakan sumber dana masjid yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Pak Asep dari DKM Daarul Muhajir menilai forum tersebut sangat mencerahkan bagi pengurus masjid.

“Kami berharap Khadamul Masjid Indonesia terus bergerak menyebarluaskan informasi dan inspirasi bagi pergerakan kemasjidan di Indonesia,” katanya.

Yayasan Khadamul Masjid Indonesia sendiri merupakan wadah yang lahir empat tahun lalu dari event nasional penggiat masjid di Bandung. Yayasan ini berfokus pada edukasi, silaturahmi, dan kolaborasi untuk mempercepat terwujudnya masjid sebagai pusat peradaban Islami.

Para peserta berharap kegiatan serupa terus digelar dan menjangkau berbagai daerah di Indonesia guna memperkuat peran masjid dalam membangun kemandirian ekonomi umat. (Irw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *