JOMBANG | Bangkit Nusantara News.id – Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman Mushola Al-Qodir, wilayah Mayangan, berlangsung khidmat dan penuh makna. Ratusan warga mengikuti ibadah Sholat Id sejak pagi dengan suasana penuh kebersamaan dan kekhusyukan.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan Sholat Id tersebut, Solikhin Afandi menyampaikan pesan keagamaan tentang pentingnya meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS di tengah tantangan kehidupan modern, khususnya derasnya arus informasi digital.
Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan kepatuhan Nabi Ismail AS bukan hanya menjadi sejarah ibadah kurban, tetapi juga pelajaran besar tentang keimanan, ketaatan, dan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak.
“Di era sekarang banyak godaan dan tantangan, terutama dari dunia informasi yang sangat terbuka. Ini sangat berpengaruh terhadap perilaku dan kehidupan antara anak dan orang tua,” ujarnya dalam khutbah Idul Adha.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan internet membawa dampak besar dalam kehidupan keluarga. Karena itu, orang tua dituntut mampu memfilter, memahami, dan mengawasi penggunaan gadget maupun media digital oleh anak-anak.
“Keterbukaan informasi saat ini sangat berbeda dengan zaman dahulu. Dunia internet sangat terbuka. Sebagai orang tua harus bisa mengawasi anak-anaknya, jangan sampai HP dan media digital justru mengarah kepada hal-hal negatif,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana dakwah dan syiar Islam, bukan sebaliknya.
“Justru keterbukaan informasi dan kemudahan teknologi harus dimanfaatkan untuk melakukan syiar agama dan hal-hal yang bermanfaat,” tambahnya.
Dalam khutbahnya, Solikhin Afandi turut mengutip nilai keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an Surat Ash-Shaffat ayat 102:
“Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!”
Ia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
Ayat tersebut menunjukkan tingginya tingkat ketaatan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT, serta kesabaran dan kepatuhan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah-Nya.
Selain itu, semangat ibadah kurban juga ditegaskan dalam firman Allah SWT Surat Al-Kautsar ayat 2:
“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
Sedangkan hakikat kurban dijelaskan dalam Surat Al-Hajj ayat 37:
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
Khutbah Idul Adha tersebut mendapat perhatian jamaah karena dinilai relevan dengan kondisi zaman saat ini, terutama tantangan moral dan pendidikan anak di tengah derasnya arus digitalisasi.
Momentum Idul Adha 1447 H di Mayangan pun diharapkan menjadi pengingat penting bagi umat Islam agar tetap menjaga nilai-nilai keimanan, memperkuat pengawasan keluarga, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana kebaikan dan dakwah Islam.
