JAKARTA | Bangkit Nusantara News.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan komitmennya menjaga integritas dan transparansi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memastikan tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang mengatasnamakan dirinya, keluarga, sahabat, rekan, alumni, maupun pihak lain untuk mencari keuntungan pribadi dari program strategis nasional tersebut.
Pernyataan itu disampaikan sebagai penegasan kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan agar tidak mudah percaya apabila ada oknum yang mengaku memiliki kedekatan dengan dirinya untuk menawarkan jasa, melobi proyek, atau meminta imbalan dengan mengatasnamakan BGN.
“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menekankan secara terbuka kepada publik bahwa saya memiliki keluarga, sahabat, teman, rekan, alumni, dan berbagai relasi lainnya. Namun apabila nanti ada orang yang menawarkan jasa dengan imbalan tertentu sambil mengaku sebagai orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya, atau hubungan lainnya, dan itu dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar,” tegas Sudaryono.
Ia menegaskan bahwa setiap proses dalam Program Makan Bergizi Gratis harus berjalan sesuai mekanisme resmi yang telah ditetapkan pemerintah tanpa campur tangan pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan kedekatan personal.
Sudaryono bahkan meminta masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap dugaan pencatutan nama maupun praktik percaloan kepada aparat penegak hukum.
“Saya meminta kepada masyarakat, apabila menemukan hal seperti itu, segera laporkan kepada pihak yang berwajib. Karena kami benar-benar serius menangani persoalan ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Badan Gizi Nasional ingin memastikan seluruh pelaksanaan Program MBG berlangsung secara profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik mafia proyek maupun penyalahgunaan wewenang.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang menyangkut kepentingan jutaan masyarakat. Karena itu, transparansi dalam proses pengadaan, distribusi, hingga pengelolaan program menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Komitmen Sudaryono juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Badan Gizi Nasional, sekaligus menjadi peringatan keras bagi pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan nama pejabat negara demi kepentingan pribadi.
Dengan sikap tegas tersebut, BGN menunjukkan bahwa tidak ada toleransi terhadap praktik percaloan, pencatutan nama pejabat, maupun segala bentuk penyimpangan yang berpotensi menghambat keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.
Di akhir penyampaiannya, Sudaryono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program pemerintah agar tetap berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepentingan rakyat.
“Selamat menjalankan amanah sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam mengemban tugas serta terus menghadirkan pengabdian terbaik bagi Indonesia.” (Redaksi)
