banner 728x90

Ujian Perangkat Desa Punduttrate Disorot, Warga Minta Transparansi

Ujian Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum di UM Gresik diikuti delapan peserta. Muncul dugaan kecurangan berdasarkan kesaksian peserta, sementara warga meminta proses diperiksa secara transparan.

Pimred

GRESIK | Bangkit Nusantara News.id – Pelaksanaan Ujian Penjaringan Perangkat Desa Punduttrate, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, yang digelar di Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik), Selasa (11/8/2026), menjadi sorotan. Sejumlah pertanyaan dan informasi yang beredar di tengah warga serta peserta ujian mendorong tuntutan agar proses tersebut dibuka secara transparan.

Ujian tersebut diperuntukkan bagi jabatan Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum. Berdasarkan Berita Acara Hasil Ujian Penyaringan yang ditandatangani Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Punduttrate, pelaksanaan ujian berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB di lingkungan UM Gresik.

Sebanyak delapan peserta mengikuti ujian. Dalam berita acara tersebut tercatat Muhamad Farid, S.E. memperoleh nilai 78 dan berada di peringkat pertama. Posisi kedua ditempati Umu Sa’diyah dengan nilai 77, sedangkan Hanif Azhar berada di peringkat ketiga dengan nilai 60.

Selanjutnya, Ika Alfiani Mustafa memperoleh nilai 51, Naila Almar Waziyati Karimah 43, Ahmad Munir 39, Ainur Ika Wahyuni 38, dan Lystya Salsabila 35.

Di balik hasil tersebut, muncul opini dan dugaan di kalangan warga mengenai mekanisme pelaksanaan ujian. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa proses ujian ditempatkan di lingkungan perguruan tinggi serta meminta adanya keterbukaan terkait mekanisme pengawasan selama ujian berlangsung.

Warga berharap Tim Penjaringan dan Penyaringan maupun pihak yang dipercaya menyelenggarakan ujian dapat memberikan penjelasan secara terbuka apabila terdapat laporan atau dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan tes.

Salah seorang peserta yang menyampaikan pandangannya, Ucok, mengaku mempertanyakan hasil ujian setelah melihat situasi yang menurut pengamatannya perlu diklarifikasi.

“Tidak habis pikir pak, dia bisa mendapatkan nilai terbaik. Saya sempat melihat dia tidak mengerjakan soal, kok bisa unggul,” ungkapnya.

Ucok menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengklaim paling pintar atau pasti memperoleh nilai tinggi. Namun, ia berharap seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama dan hasil ujian benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing.

“Maaf sebelumnya, bukan saya sok pintar, sok pandai dan pasti mendapat nilai bagus. Tetapi setidaknya saya mengerjakan soal ujian hasil jerih payah berpikir dan kemampuan saya sendiri, bukan bocoran soal atau menggunakan cara kotor,” ujarnya.

Warga yang mempersoalkan proses tersebut mendorong adanya pemeriksaan terhadap pelaksanaan ujian apabila memang terdapat laporan atau indikasi pelanggaran.

Salah satu opsi yang dinilai dapat memberikan kejelasan adalah pemeriksaan dokumentasi pelaksanaan ujian, termasuk rekaman CCTV apabila tersedia dan dapat diakses sesuai ketentuan, serta penjelasan mengenai sistem pengawasan dan prosedur yang diterapkan selama ujian berlangsung.

Warga juga menilai lembaga independen yang dipercaya melaksanakan ujian patut diberikan ruang untuk menjelaskan mekanisme serta hasil pelaksanaan tes secara objektif.

Jika nantinya pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran yang dapat memengaruhi keabsahan hasil ujian, warga berharap pihak berwenang mengambil langkah sesuai aturan, termasuk mempertimbangkan pelaksanaan ujian ulang apabila memang memenuhi dasar dan prosedur yang berlaku.

Media Dorong Klarifikasi, Bukan Menghakimi

Bangkit Nusantara News.id memandang persoalan ini perlu ditempatkan dalam koridor verifikasi dan transparansi, bukan sebagai vonis terhadap peserta maupun penyelenggara.

Dugaan kecurangan yang disampaikan warga dan peserta masih merupakan informasi yang perlu diuji melalui bukti serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait. Karena itu, pihak penyelenggara ujian, Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Punduttrate, Pemerintah Desa Punduttrate, serta UM Gresik memiliki ruang untuk memberikan penjelasan mengenai mekanisme dan pengawasan ujian.

Transparansi menjadi penting karena proses seleksi perangkat desa berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat. Semakin terbuka mekanisme pemeriksaan, semakin mudah publik mengetahui apakah hasil ujian telah berlangsung sesuai prosedur.

Awak media Bangkit Nusantara News.id akan melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap proses pelaksanaan Ujian Penjaringan Perangkat Desa Punduttrate, termasuk aspek transparansi, mekanisme pengawasan, serta klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat.

Prinsipnya sederhana: jika prosesnya bersih, keterbukaan akan menjadi jawaban. Jika ada persoalan, pemeriksaan yang objektif harus menjadi jalan keluarnya.

Catatan Redaksi:
Pemberitaan ini memuat dugaan dan kesaksian yang masih memerlukan verifikasi. Redaksi tidak menyimpulkan telah terjadi kecurangan sebelum terdapat bukti atau hasil pemeriksaan resmi. Pihak-pihak yang disebut atau terkait dengan pemberitaan ini memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan/atau hak jawab sesuai ketentuan yang berlaku. (Suwandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *