JOMBANG | Bangkit Nusantara News.id — Sehari menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), suasana di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mulai menunjukkan peningkatan aktivitas. Sejumlah peziarah berdatangan ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah pada Rabu malam, 26 Agustus 2026.
Makam KH Abdul Wahab Chasbullah menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi menjelang pelaksanaan muktamar. Para peziarah datang dari berbagai kalangan untuk berdoa dan bertawasul, sekaligus menyempatkan diri mengunjungi salah satu ulama yang memiliki peran penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama.
Berdasarkan pantauan di lokasi, arus kedatangan peziarah terlihat meningkat pada malam hari. Area sekitar makam dipenuhi jamaah yang duduk mengikuti rangkaian doa dan kegiatan keagamaan. Suasana berlangsung dengan tertib meskipun jumlah pengunjung terus bertambah.
Kawasan makam juga tampak dipersiapkan untuk menerima kedatangan jamaah dalam jumlah besar. Sejumlah petugas berada di sekitar lokasi untuk membantu mengatur pergerakan masyarakat dan menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Pengamanan Mulai Terlihat di Sejumlah Titik
Meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang muktamar juga diikuti dengan pengamanan di kawasan sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Personel Banser, TNI, dan Polri terlihat berada di sejumlah titik di sekitar kawasan yang menjadi bagian dari lokasi kegiatan. Kehadiran petugas tersebut terlihat mengawal aktivitas masyarakat, termasuk mengatur pergerakan orang dan kendaraan di area yang semakin ramai.
Pengamanan menjadi perhatian penting karena pelaksanaan Muktamar ke-35 NU diperkirakan akan mendatangkan banyak peserta, pengurus, ulama, jamaah, serta masyarakat dari berbagai daerah.
Sejumlah akses menuju kawasan pesantren juga terlihat dipenuhi aktivitas warga. Petugas tampak melakukan penjagaan di sekitar jalur masuk dan area yang menjadi pusat kegiatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persiapan pengamanan telah dilakukan seiring dengan semakin dekatnya agenda utama muktamar.
Meski demikian, situasi di lapangan terpantau kondusif. Masyarakat dan peziarah tetap dapat menjalankan aktivitas keagamaan, sementara petugas melakukan pengawasan terhadap kawasan yang semakin ramai.
Suasana Tambakberas Mulai Dipenuhi Nuansa Muktamar
Menjelang pembukaan muktamar, suasana Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas juga semakin kental dengan nuansa kegiatan Nahdlatul Ulama.
Berbagai atribut Muktamar ke-35 terlihat menghiasi kawasan pesantren. Spanduk, bendera, papan informasi, serta dekorasi berwarna hijau terpasang di sejumlah titik.
Gerbang utama Pondok Pesantren Bahrul Ulum juga tampak dihiasi identitas Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pada bagian gerbang terlihat tulisan “Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama” serta keterangan pelaksanaan kegiatan pada 27–31 Agustus 2026.
Pemandangan tersebut menjadi penanda bahwa kawasan Tambakberas mulai memasuki suasana penyelenggaraan agenda besar organisasi.
Tidak hanya di area utama pesantren, sejumlah kawasan di sekitar lokasi makam juga terlihat ramai oleh masyarakat. Kendaraan terparkir di sejumlah titik, sementara jamaah dan peziarah terus berdatangan.

Kedatangan peziarah ke makam KH Abdul Wahab Chasbullah menjelang muktamar tidak hanya menunjukkan tingginya aktivitas masyarakat, tetapi juga memperlihatkan kuatnya tradisi ziarah yang berkembang di lingkungan warga Nahdlatul Ulama.
KH Abdul Wahab Chasbullah dikenal sebagai salah satu ulama yang memiliki peranan penting dalam perjalanan sejarah NU. Beliau merupakan salah satu tokoh pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama serta dikenal luas sebagai ulama asal Tambakberas, Jombang.
Karena itu, makam beliau menjadi salah satu tempat yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi warga NU. Momentum menjelang muktamar turut menjadi kesempatan bagi jamaah yang datang ke Tambakberas untuk menyempatkan diri berziarah.
Di sekitar kompleks makam, jamaah terlihat mengikuti kegiatan dengan suasana khidmat. Sebagian duduk bersama, sementara lainnya melakukan doa secara pribadi.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari suasana religius yang terlihat di kawasan Tambakberas menjelang berlangsungnya Muktamar ke-35.
Jejak Sejarah di Kawasan Makam
Selain aktivitas ziarah, kawasan makam KH Abdul Wahab Chasbullah juga menampilkan sejumlah dokumentasi sejarah. Foto-foto lama yang dipajang di area sekitar makam memperlihatkan perjalanan KH Abdul Wahab Chasbullah dan sejumlah tokoh dalam sejarah Nahdlatul Ulama.
Dokumentasi tersebut menjadi pengingat mengenai perjalanan panjang perjuangan para ulama dalam membangun dan mengembangkan organisasi yang berdiri pada 1926 tersebut.
Bagi para peziarah dan peserta yang datang, keberadaan dokumentasi sejarah itu memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sosok dan perjalanan perjuangan KH Abdul Wahab Chasbullah.
Suasana kawasan makam pada malam menjelang muktamar pun menjadi perpaduan antara aktivitas ziarah, persiapan kegiatan, serta pengamanan yang mulai diperketat.
Pengamanan untuk Menjaga Ketertiban
Dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang datang, aspek keamanan dan ketertiban menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan muktamar.
Personel Banser tampak berada di antara masyarakat dan sejumlah titik akses kawasan. Di lokasi yang sama, terlihat pula personel TNI dan Polri melakukan penjagaan.
Pengamanan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tetap aman dan tertib selama masyarakat melakukan aktivitas di sekitar pesantren dan makam.
Bagi masyarakat yang datang, situasi tersebut juga menjadi pengingat agar tetap mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, serta memperhatikan kenyamanan jamaah lainnya.
Terlebih, kawasan Tambakberas diperkirakan akan semakin ramai seiring dimulainya rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Malam 26 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum penting sebelum dimulainya Muktamar ke-35 NU. Aktivitas di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum menunjukkan bahwa persiapan menuju agenda tersebut telah memasuki tahap akhir.
Para peziarah terus berdatangan, sementara petugas keamanan melakukan penjagaan di sejumlah titik. Di sisi lain, berbagai atribut muktamar telah menghiasi kawasan pesantren.
Suasana tersebut memperlihatkan antusiasme masyarakat dalam menyambut pelaksanaan muktamar yang akan berlangsung di Tambakberas.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi, pelaksanaan muktamar bukan hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum berkumpulnya para ulama, pengurus, kader, santri, dan warga Nahdliyin dari berbagai daerah.
Pada malam sebelum pembukaan, kawasan makam KH Abdul Wahab Chasbullah menjadi salah satu titik yang merekam suasana tersebut: peziarah datang silih berganti, kegiatan keagamaan berlangsung khidmat, sementara petugas keamanan berjaga untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan tertib.
Dengan semakin dekatnya pembukaan muktamar, suasana di Tambakberas diperkirakan akan terus mengalami peningkatan aktivitas. Masyarakat yang datang diharapkan tetap menjaga ketertiban, kebersihan, serta menghormati kekhidmatan kawasan makam dan lingkungan pesantren. (Bambang)














