MINA, ARAB SAUDI | Bangkit Nusantara News.id – Di tengah lautan jamaah yang memadati Mina dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah, sebuah aksi kemanusiaan yang sederhana namun penuh makna dilakukan oleh H.AKP. Syamsul, S.H., Kanit Reskrim Polsek Ngunut Polres Tulungagung.
Pada Sabtu (30/5/2026), H. AKP. Syamsul menunjukkan dedikasi dan kepeduliannya kepada sesama jamaah dengan memberikan layanan potong rambut gratis pasca pelaksanaan lempar jumrah Aqabah, salah satu tahapan penting sebelum tahalul dalam ibadah haji.
Dengan peralatan sederhana yang tersedia, ia melayani para jamaah secara sukarela. Tidak kurang dari seratus jamaah haji mendapatkan manfaat dari pelayanan tersebut sebagai bagian dari proses penyempurnaan ibadah mereka.
Tindakan yang dilakukan H. AKP. Syamsul bukan sekadar membantu memotong rambut jamaah, tetapi juga menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, dan semangat melayani tanpa pamrih di Tanah Suci.
Dalam kegiatan tersebut, ia turut dibantu oleh Suad Bagiyo, Kepala Desa Jarak, Kabupaten Tulungagung. Keduanya bahu-membahu membantu jamaah yang membutuhkan, menjadikan momen ibadah haji sebagai ruang nyata untuk memperkuat solidaritas dan nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Suad Bagiyo, agama tidak hanya diwujudkan dalam ritual ibadah semata, tetapi juga melalui tindakan sosial yang menghadirkan kasih sayang, kepedulian, dan manfaat bagi sesama.
Apa yang dilakukan anggota Polsek Ngunut tersebut menjadi contoh nyata bahwa pengabdian tidak mengenal batas tempat maupun waktu. Di tengah kesibukan menjalankan ibadah haji, ia tetap menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui tindakan sederhana yang bernilai besar.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dari para jamaah karena membantu mempermudah pelaksanaan tahalul sekaligus menunjukkan wajah Islam yang penuh kepedulian dan kebersamaan.
Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan ibadah haji, tindakan sederhana ini menjadi pengingat bahwa ibadah sejati tidak hanya tentang hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan manfaat bagi sesama manusia.
Dari tangan-tangan yang ikhlas lahir pesan kuat bahwa haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga perjalanan kemanusiaan yang mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. (Tim/Red)














