banner 728x90

Munas IKAPETE 2026 di Pesantren Tebuireng Perkuat Ukhuwah dan Konsolidasi Alumni Nasional

admin

JOMBANG | Bangkit Nusantara News.id   – Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menggelar perhelatan akbar Musyawarah Nasional (Munas) yang dirangkaikan dengan Festival Pesantren Tebuireng serta Halal Bihalal alumni pada Jumat hingga Sabtu, 17–18 April 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Pesantren Tebuireng ini berlangsung khidmat sekaligus semarak, mempertemukan ribuan alumni lintas generasi dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Perhelatan ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta meneguhkan kembali nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang diwariskan oleh para ulama Tebuireng.

Ketua Panitia, H. Rosul Suritno, menegaskan bahwa esensi utama dari seluruh rangkaian kegiatan adalah membangun dan menjaga ukhuwah antaralumni yang telah tersebar luas di berbagai penjuru.

“Tujuan utamanya adalah mengukhuwahkan, mempererat silaturahmi alumni yang sudah kembali ke daerah masing-masing melalui kegiatan ini,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.

Rangkaian Munas dan festival diawali sejak Jumat pagi dengan pelaksanaan khotmil Quran. Lantunan ayat-ayat suci menggema di lingkungan pesantren, menghadirkan suasana religius yang kental dan penuh kekhusyukan. Tradisi ini menjadi simbol pembuka sekaligus penegas bahwa seluruh agenda tetap berlandaskan nilai spiritual.

Tidak hanya itu, para alumni juga mengikuti pengajian rutin empat bulanan yang menjadi salah satu agenda penting dan selalu dinantikan. Momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana refleksi sekaligus penguatan nilai keilmuan dan keimanan.

Selain kegiatan spiritual dan organisasi, panitia turut menghadirkan bazar produk alumni yang menjadi daya tarik tersendiri dalam festival ini. Berbagai stan usaha berdiri memamerkan hasil karya dan produk unggulan alumni dari berbagai daerah.

Produk yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari kuliner khas daerah, makanan ringan, hingga perlengkapan ibadah seperti kopiah, sarung, dan aksesoris muslim lainnya. Bazar ini menjadi wadah strategis bagi alumni untuk mempromosikan usaha sekaligus memperluas jejaring ekonomi.

Partisipasi aktif terlihat dari sejumlah pengurus cabang, di antaranya dari Gresik, Blitar, Kediri, Mojokerto, hingga Jombang sebagai tuan rumah. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa semangat santri tidak hanya berhenti pada aspek keilmuan, tetapi juga berkembang dalam sektor kewirausahaan yang produktif dan mandiri.

IKAPETE saat ini tercatat memiliki jaringan yang sangat luas dan terus berkembang. Organisasi ini ditopang oleh 82 Pengurus Cabang (PC) dan 18 Pengurus Wilayah (PW) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tidak hanya di dalam negeri, kiprah alumni Tebuireng juga telah menembus kancah internasional. Tercatat, IKAPETE memiliki kepengurusan di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai pendidikan Tebuireng telah berkontribusi dalam membentuk wajah Islam yang moderat dan berpengaruh di tingkat global.

Agenda utama yang paling dinanti dalam rangkaian kegiatan ini adalah pelaksanaan Munas IKAPETE yang digelar setiap empat tahun sekali. Munas tahun ini mengemban misi penting dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk pemilihan Ketua Umum atau Presidium Nasional (Presnas).

Menariknya, mekanisme pemilihan di IKAPETE memiliki kekhasan tersendiri yang sarat dengan nilai tradisi pesantren. Proses penjaringan nama calon dilakukan oleh peserta Munas, kemudian nama-nama tersebut diserahkan kepada pengasuh pesantren untuk ditetapkan.

“Setelah nama-nama terjaring, selanjutnya akan diserahkan kepada pengasuh untuk ditentukan. Calon yang telah ditunjuk nantinya diharapkan siap sepenuhnya untuk mengemban amanah tersebut,” jelas Rosul.

Model pemilihan ini mencerminkan kuatnya nilai kepatuhan kepada kiai sebagai figur sentral dalam tradisi pesantren, sekaligus menjaga marwah dan keberkahan dalam setiap keputusan organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan peluncuran buku tafsir Surat Al-Alaq karya ulama kharismatik Tebuireng, KH. Mustain Syafi’i. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya memperkaya khazanah keilmuan Islam sekaligus kontribusi nyata alumni dalam dunia intelektual.

Dalam tausiyahnya, KH. Mustain Syafi’i menyampaikan pesan mendalam dari KH. Hasyim Asy’ari tentang tanggung jawab moral alumni.

“Mbah Hasyim berpesan bahwa alumni Tebuireng itu harus mengajar. Tidak harus di madrasah atau kampus, tapi minimal di keluarga masing-masing,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara iman dan ilmu dalam kehidupan sehari-hari, sebagai bekal utama dalam menghadapi tantangan zaman.

Perhelatan Munas dan Festival Tebuireng 2026 ini menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi pesantren tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Dengan memadukan nilai spiritual, kekuatan organisasi, serta kemandirian ekonomi, IKAPETE menunjukkan perannya sebagai jaringan alumni yang solid dan berdaya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para alumni tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga semakin berkontribusi dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan peradaban global dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur pesantren. (N0r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *