JOMBANG – Bangkit Nusantara News.id | Suara Perubahan Inspiratif, Cerdas, KERAS, Lugas – Momentum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, melahirkan langkah strategis di bidang pendidikan. Lima perguruan tinggi berbasis NU dan pesantren menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Indonesia (UI), Jumat (28/8/2026).
Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen perguruan tinggi NU untuk mengembangkan kapasitas akademik, penelitian, pertukaran pengetahuan, serta memperluas jejaring dengan perguruan tinggi nasional.
Lima perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan UI terdiri dari Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), Universitas Nurul Jadid Probolinggo, Sekolah Tinggi Khuliyatul Qur’an Al-Hikam Depok, Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto, dan STAINU Assalafie Babakan Cirebon.
Penandatanganan MoU melibatkan Rektor UI Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, jajaran UI, serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
UI Soroti Ketatnya Akses Pendidikan Tinggi
Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan, tantangan akses pendidikan tinggi di Indonesia masih cukup besar. Persaingan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, menurutnya, semakin ketat.
“Sekarang kurang lebih ada sekitar 30 ribu lulusan sekolah menengah, namun hanya sekitar 5 ribu yang masuk perguruan tinggi. Ini menunjukkan betapa sengitnya persaingan untuk masuk universitas,” ujar Heri, Jumat (28/8).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Kolaborasi antarperguruan tinggi dinilai menjadi salah satu langkah untuk menjawab tantangan tersebut.
Pesantren dan Kampus NU Perlu Perluas Jejaring
Bagi perguruan tinggi NU, kolaborasi dengan UI menjadi peluang untuk memperkuat kapasitas akademik yang berkembang dari lingkungan pesantren.
Sejumlah perguruan tinggi NU tumbuh dalam ekosistem pesantren yang memiliki tradisi keilmuan dan pendidikan Islam. Potensi tersebut dapat diperkuat melalui interaksi dengan perguruan tinggi yang memiliki ekosistem riset dan akademik lebih luas.
Kerja sama dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga penguatan jejaring antarperguruan tinggi.
Dengan jejaring tersebut, mahasiswa kampus NU berpeluang memperoleh pengalaman akademik lebih luas serta berinteraksi dengan akademisi dan mahasiswa dari perguruan tinggi lain.
MoU Bukan Sekadar Seremonial
Namun, penandatanganan MoU bukanlah akhir dari sebuah kerja sama. Justru, dokumen tersebut menjadi pintu awal untuk melahirkan program yang konkret.
Keberhasilan kerja sama pendidikan nantinya akan terlihat dari penelitian yang dihasilkan, peningkatan kapasitas akademik, program kolaborasi yang berjalan, serta peluang baru yang benar-benar dapat dirasakan mahasiswa dan dosen.
Kerja sama lima kampus NU dengan UI juga membawa pesan penting bahwa latar belakang pesantren tidak semestinya menjadi batas bagi mahasiswa dalam mengakses pendidikan tinggi dan jejaring akademik nasional.
Sebaliknya, tradisi keilmuan pesantren dapat menjadi modal yang dipadukan dengan penguatan riset, akademik, teknologi, dan jejaring pendidikan.
Dari Pesantren Menuju Ekosistem Akademik Nasional
Momentum Muktamar ke-35 NU di Jombang akhirnya tidak hanya menghasilkan dinamika organisasi. Di sektor pendidikan, lahir pula peluang untuk mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan ekosistem akademik nasional.
Mahasiswa dari perguruan tinggi NU kini memiliki ruang lebih besar untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan berkontribusi dalam dunia akademik.
MoU lima perguruan tinggi NU dengan UI menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan kerja sama tersebut tidak berhenti sebagai dokumen seremonial, tetapi benar-benar berubah menjadi program pendidikan dan riset yang memberikan manfaat nyata bagi generasi muda Nahdliyin.
