Meski Anggaran Terbatas, Desa Bontosunggu Takalar Sukses Bangun Infrastruktur untuk Warga

Foto : Ilustrasi kegiatan proyek infrastruktur di desa Bontosunggu

TAKALAR | Bangkit Nusantara News.id – Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi Pemerintah Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, untuk menghentikan laju pembangunan. Dengan perencanaan yang matang, transparansi pengelolaan dana, serta semangat gotong royong masyarakat, sejumlah proyek infrastruktur strategis berhasil diwujudkan demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025–2026, alokasi dana untuk bidang pembangunan hanya sekitar 22 persen dari total anggaran desa. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat masih banyak kebutuhan sarana dan prasarana yang harus dibenahi, ditambah kenaikan harga material bangunan yang terus terjadi.

Namun di tengah keterbatasan tersebut, Pemerintah Desa Bontosunggu memilih bergerak dan mencari solusi, bukan menyerah pada keadaan.

“Memang tidak bisa dipungkiri, dana yang kami miliki sangat terbatas. Tetapi kami tidak mau berhenti berusaha. Prinsip kami adalah memanfaatkan apa yang ada, memprioritaskan yang paling dibutuhkan masyarakat, dan mengajak warga untuk bahu-membahu,” tegas Kepala Desa Bontosunggu, St Hadijah Dg Kebo.

Untuk memastikan pembangunan tetap berjalan, pemerintah desa menerapkan strategi efisiensi anggaran secara maksimal. Seluruh program dirumuskan melalui musyawarah bersama warga agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga sukarela hingga bantuan material turut menjadi faktor utama keberhasilan pembangunan.

Dukungan juga datang dari BUMDes Sikatutui yang berkontribusi menyediakan bantuan logistik guna mendukung kelancaran berbagai kegiatan pembangunan desa.

Hasilnya, sejumlah proyek prioritas berhasil direalisasikan, di antaranya perbaikan jalan usaha tani, pembangunan drainase, rehabilitasi saluran irigasi pertanian, hingga perbaikan akses jalan menuju masjid yang selama ini menjadi aspirasi utama masyarakat.

Menurut St Hadijah Dg Kebo, transparansi menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan pembangunan. Pemerintah desa secara terbuka menyampaikan penggunaan anggaran kepada masyarakat agar seluruh proses dapat diawasi bersama.

“Setiap penggunaan dana kami laporkan secara terbuka kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar bermanfaat untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Meski tantangan anggaran masih akan dihadapi pada tahun-tahun mendatang, Pemerintah Desa Bontosunggu menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak pendukung, desa optimistis kualitas infrastruktur dapat terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pembangunan adalah tanggung jawab kita bersama. Meskipun tidak serba sempurna, kami yakin dengan kerja keras dan kebersamaan, Desa Bontosunggu akan terus berkembang menjadi lebih baik,” pungkas Kepala Desa.

Keberhasilan Desa Bontosunggu menjadi bukti bahwa pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran. Kepemimpinan yang efektif, transparansi, dan semangat gotong royong tetap menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemajuan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (RS)

Exit mobile version