MAYANGAN, BANGKIT NUSANTARA NEWS.ID – MI Midanutta’lim 1 Mayangan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran inovatif melalui kegiatan Kokurikuler Market Day Jajanan Tradisional dan Bazar Gen Z yang digelar di halaman madrasah, Senin (15/6/2026). Mengusung tema “Menjaga Budaya Melalui Market Day Jajanan Tradisional dan Bazar Gen Z”, kegiatan ini menjadi sarana edukatif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus membangun jiwa kewirausahaan peserta didik sejak dini.
Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa dari berbagai jenjang kelas tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Sejak pagi hari, halaman madrasah dipadati wali murid, tokoh masyarakat, serta warga Desa Mayangan yang antusias menyaksikan dan membeli berbagai produk yang dipamerkan para siswa.
Beragam jajanan tradisional khas Nusantara menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Mulai dari tiwul, sawut, klanting, puro, cenil, gethuk, rujak, hingga aneka makanan dan minuman tradisional lainnya tersaji di setiap stan yang dikelola langsung oleh peserta didik dengan pendampingan dewan guru dan wali murid.
Tak hanya menghadirkan bazar kuliner tradisional, kegiatan ini juga menampilkan berbagai hasil karya kreatif siswa sebagai bagian dari pembelajaran kokurikuler. Produk-produk tersebut menjadi bukti kemampuan peserta didik dalam berinovasi dan berkarya sesuai perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya bangsa.
Kepala MI Midanutta’lim 1 Mayangan, M. Miftahus Saidin, M.Pd., menjelaskan bahwa Market Day merupakan media pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam mengembangkan keterampilan abad ke-21.
“Market Day bukan hanya kegiatan jual beli. Anak-anak belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, kreativitas, dan manajemen sederhana. Yang lebih penting, mereka belajar mencintai budaya bangsa melalui pengenalan jajanan tradisional yang menjadi warisan leluhur kita,” ujarnya.
Menurutnya, pelestarian budaya harus ditanamkan sejak usia dini agar generasi muda tidak kehilangan identitas di tengah derasnya arus perkembangan teknologi dan budaya global. Karena itu, madrasah terus berupaya menghadirkan kegiatan yang mampu memadukan pendidikan karakter, kewirausahaan, dan pelestarian budaya dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Antusiasme masyarakat yang hadir menjadi bukti nyata dukungan terhadap program tersebut. Banyak pengunjung memberikan apresiasi atas kreativitas siswa dalam mengelola stan dan memasarkan produknya. Bahkan, sejumlah produk ludes terjual sebelum kegiatan berakhir.
Selain memberikan manfaat edukatif bagi peserta didik, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara madrasah, wali murid, dan masyarakat sekitar. Suasana kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya sinergi dalam mendukung kemajuan pendidikan di lingkungan Desa Mayangan.
Melalui Market Day Jajanan Tradisional dan Bazar Gen Z, MI Midanutta’lim 1 Mayangan berharap dapat terus melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, mandiri, berjiwa entrepreneur, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya bangsa.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman stan terbaik dan pemberian apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Keberhasilan kegiatan ini menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus menghadirkan program pembelajaran yang inovatif, edukatif, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
“Belajar Berwirausaha, Berkarya untuk Bangsa, dan Melestarikan Budaya Indonesia” menjadi semangat yang terus ditanamkan kepada seluruh siswa sebagai bekal menghadapi masa depan tanpa melupakan jati diri bangsa. (Pim)
