banner 728x90

Pemkab Jombang Bangun Jembatan Kudubanjar 2026, Proyek Rp3 Miliar Buka Akses Antar Desa

admin

JOMBANG | BANGKITNUSANTARANEWS. ID – Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan pembangunan Jembatan Kudubanjar, Kecamatan Kudu, pada tahun 2026. Pembangunan ini ditujukan untuk membuka akses utama antar desa yang selama ini terhambat akibat rusaknya jembatan sejak 2019.

Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., bersama jajaran OPD terkait, Camat Kudu, dan Kepala Desa Kudubanjar, meninjau langsung lokasi Jembatan Dusun Banjarejo, Rabu (31/12/2025).

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Kudubanjar dengan Desa Sumbernongko dan Desa Sumberteguh, Kecamatan Ngusikan, yang menjadi jalur vital aktivitas warga.

Kepala Desa Kudubanjar, Kuswanto, menjelaskan jembatan lama putus pada 31 Desember 2019 akibat derasnya arus sungai dan penumpukan enceng gondok. Sejak saat itu, warga membangun jembatan darurat secara swadaya dengan panjang 27 meter dan lebar 1,2 meter, yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

“Jembatan ini menjadi satu-satunya akses utama warga untuk kegiatan ekonomi, pertanian, pendidikan, dan sosial,” jelas Kuswanto.

Bupati Warsubi menegaskan, pada tahun pertama kepemimpinannya, Pemkab Jombang berkomitmen menuntaskan persoalan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Perencanaan pembangunan jembatan ditargetkan selesai Februari atau Maret 2026. Pekerjaan konstruksi akan dimulai Mei atau Juni 2026,” tegas Warsubi.

Jembatan Kudubanjar akan dibangun dengan panjang 27 meter dan lebar 4 meter, menggunakan anggaran sekitar Rp3 miliar. Jembatan ini dirancang dapat dilalui kendaraan roda empat hingga truk, sehingga memperlancar mobilitas dan distribusi hasil pertanian warga.

Menurut Warsubi, pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Dengan akses yang terbuka, pergerakan warga lebih cepat, biaya transportasi turun, dan ekonomi desa akan tumbuh,” ujarnya.

Sebagai catatan, Pemkab Jombang telah melakukan pendataan lebar sungai pada tahun 2025 sebagai tahap awal perencanaan. Anggaran pembangunan sebenarnya telah disiapkan oleh Dinas Perkim pada 2025, namun pelaksanaan tertunda akibat gagal lelang sebanyak tiga kali.

Kepala Desa Kudubanjar menyambut baik kepastian pembangunan tersebut dan berharap proyek berjalan sesuai jadwal.
“Warga sangat menantikan jembatan permanen ini. Akses yang lebih dekat dan aman akan sangat membantu aktivitas sehari-hari,” kata Kuswanto.

Pembangunan Jembatan Kudubanjar diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memperkuat konektivitas antar desa serta mempercepat pembangunan wilayah pedesaan di Kabupaten Jombang. (R Hadi S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *