JOMBANG – Perumdam Tirta Kencana Jombang kembali menunjukkan perannya sebagai motor perubahan sektor air minum daerah. Kamis (22/1/2026), BUMD Air Minum milik Pemerintah Kabupaten Jombang ini menerima kunjungan kerja Koordinator Wilayah Lima PERPAMSI Jawa Timur guna membahas strategi penguatan bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
Kunjungan tersebut menjadi ruang kolaborasi antar BUMD Air Minum lintas kabupaten dan kota dalam menghadapi tantangan pengembangan usaha, peningkatan kualitas layanan, serta percepatan pemenuhan target nasional air minum aman.
Rombongan dipimpin langsung oleh Yani Setiawan, SH., MM, Koordinator Wilayah Lima PERPAMSI Jawa Timur sekaligus Direktur PDAM Kota Kediri. Ia menegaskan pentingnya sinergi antardaerah untuk mendorong kemandirian dan keberlanjutan BUMD Air Minum.
“Forum seperti ini adalah bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan target RPJMN, yakni 30 persen cakupan pelayanan air minum aman. Untuk mencapainya dibutuhkan kolaborasi, inovasi, dan saling berbagi praktik terbaik antar BUMD Air Minum,” ujarnya.
Yani menyebut pengembangan AMDK lokal menjadi salah satu strategi penting dalam memperkuat struktur bisnis perusahaan daerah. Menurutnya, inovasi yang telah berhasil diterapkan Perumdam Tirta Kencana Jombang melalui produk TIBER layak menjadi referensi daerah lain dengan tetap menyesuaikan potensi masing-masing wilayah.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur Perumdam Tirta Kencana Jombang, Khoirul Hasyim, bersama jajaran manajemen. Ia menilai forum ini bukan sekadar kunjungan kelembagaan, melainkan ruang belajar bersama untuk membangun transformasi BUMD Air Minum yang berdaya saing.
“Kami membuka ruang diskusi secara terbuka. Dari pengembangan AMDK, penguatan manajemen, hingga pemanfaatan teknologi digital dan IoT untuk efisiensi operasional serta penurunan NRW. Semua kami arahkan untuk peningkatan layanan kepada masyarakat,” tegas Hasyim.

Selain membahas selling point AMDK, forum juga mengulas pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pengendalian tekanan jaringan perpipaan, efisiensi energi, dan optimalisasi kinerja perusahaan.
Korwil Lima PERPAMSI Jawa Timur terdiri dari tujuh BUMD Air Minum, yakni Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung. Seluruh anggota hadir bersama tim teknis dan manajerial masing-masing daerah.
Dalam sesi kunjungan lapangan, rombongan meninjau langsung unit produksi AMDK TIBER (Tirta Berkah). Peserta menyaksikan proses pengolahan air baku, filtrasi, sterilisasi, hingga pengemasan akhir, sekaligus berdiskusi terkait standar mutu, legalitas, serta sistem pengawasan kualitas.
Hasyim menegaskan bahwa keberhasilan bisnis AMDK tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kepercayaan publik yang dibangun melalui konsistensi dan transparansi.
“AMDK adalah wajah pelayanan BUMD Air Minum kepada masyarakat. Kualitas, legalitas, dan keberlanjutan harus berjalan seiring agar produk lokal benar-benar menjadi kebanggaan daerah,” ungkapnya.
Para peserta memberikan apresiasi atas tata kelola produksi dan sistem manajemen mutu yang diterapkan pada AMDK TIBER. Model pengembangan tersebut dinilai mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun produk air minum kemasan lokal yang aman, kompetitif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Perumdam Tirta Kencana Jombang sebagai bagian dari gerakan perubahan BUMD Air Minum menuju pelayanan publik yang lebih kuat, mandiri, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. (Nor)














