GARUT | Bangkit Nusantara News.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut terus bergerak cepat memodernisasi sistem perpajakan daerah melalui digitalisasi pelaporan dan pembayaran pajak berbasis aplikasi Sapada Garut. Setelah sukses menyasar wilayah perkotaan, kini Bapenda melanjutkan safari sosialisasi di wilayah eks-karsidenan Banyuresmi, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Banyuresmi tersebut diikuti empat kecamatan, yakni Banyuresmi, Kadungora, Leles, dan Leuwigoong. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi maraton yang digelar Bapenda Garut hingga awal Juni 2026 mendatang.
Sebelumnya, sosialisasi serupa telah dilaksanakan di wilayah perkotaan meliputi Kecamatan Garut Kota, Cilawu, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, dan Karangpawitan. Selanjutnya, kegiatan akan terus bergulir ke wilayah utara hingga berakhir di Garut selatan pada 5 Juni 2026.
Kepala Bidang Penagihan Bapenda Kabupaten Garut, Idir Irsad, menegaskan bahwa aplikasi Sapada menjadi instrumen penting dalam membangun tata kelola pajak daerah yang transparan dan akuntabel.
“Melalui sosialisasi yang menyisir seluruh kecamatan ini, kami ingin memastikan seluruh wilayah Garut siap menyongsong ekosistem digital dalam pengelolaan pajak daerah,” tegasnya.
Kegiatan tersebut dibuka bersama Camat Banyuresmi, Heri Hermawan, serta dihadiri Camat Kadungora, Camat Leles, dan Camat Leuwigoong.
Dalam upaya memperkuat pemahaman teknis di lapangan, Bapenda Garut juga mengundang Kasubag Keuangan Kecamatan dan pengelola administrasi keuangan desa sebagai peserta utama. Mereka diberikan pembekalan langsung terkait sistem pelaporan pajak digital agar mampu menjalankan administrasi secara real-time, efektif, dan efisien.
Untuk memperkuat implementasi program, sejumlah narasumber strategis turut dilibatkan, di antaranya Bank BJB yang memaparkan integrasi transaksi digital dan kanal pembayaran elektronik, kemudian P3DW Garut terkait sinkronisasi data pendapatan daerah, serta PLN mengenai kolaborasi data dan aspek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik.
Camat Banyuresmi, Heri Hermawan, menyambut positif langkah masif Bapenda Garut tersebut. Ia berharap edukasi digital hingga tingkat desa mampu menghilangkan kendala gagap teknologi, sehingga pelaporan pajak dapat berjalan lebih cepat dan akurat.
Melalui safari sosialisasi digitalisasi pajak yang menjangkau wilayah perkotaan, utara, hingga selatan Garut, Bapenda optimistis penerapan aplikasi Sapada secara menyeluruh dapat menutup celah kebocoran anggaran sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi percepatan pembangunan Kabupaten Garut yang lebih maju dan transparan. (A Pendi)














